Monday, 3 August 2009

Pembakaran Masakan Pakai Arang

Uhuk..uhuk..ternyata batuk masih menyerangku. Bersabarlah... Semoga cepet sembuh, amin ya allah!


Kemarin siang pas lagi batuk - batuk ternyata rumah gak masak. Kalang kabut dah gua. Mana kudu makan dulu sblm minum obat. Mau masak mi, gak boleh. Mau buat sambel, apalagi! Untunglah aku menemukan sekotak kardus berisikan roti di meja makan. Gak pandang bulu, gak mikir roti apa itu, merk apa itu, rasa apa itu, udah kadaluarsa belum. Langsung aja aku comot, makan deh. Habis 2 bungkus ternyata. Setelah itu jadi bisa minum obat. H
uff syukur....
Sorenya ibuku beli sate ayam, cihuii! Udah lama gak makan sate ayam, maklum anak kos. Pumpung di rumah bisa makan sepuasnya.


Nah balik ke topik pembicaraan. Aku mau jelasin dulu apa sih yang disebut arang? Arang adalah residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan komponen volatil dari hewan atau tumbuhan.

Arang umumnya didapatkan dengan memanaskan kayu, gula, tulang dan benda lain. A rang yang hitam, ringan, mudah hancur dan menyerupai batu bara terdiri dari 85% sampai 98% karbon, sisanya adalah labu atau benda kimia lainnya. Arang tidak terlalu baik untuk memasak karena kandungan karbon. Kalian bisa berpikir kan? Sate ayam dibakar dengan arang, ayam bakar, ikan bakar, pokoknya yang pakai arang. Asapnya yang keluar dan mengenai makanan, itu yang berbahaya. Namun jangan khawatir. Biasanya dalam masakan yang menggunakan arang selalu disertai dengan penawar racun arang, yaitu timun mempunyai anti karsinogen. Sedangkan arang mempunyai karsinogen.

Maka dari itu... kalo makan yang dimasak pake arang, kudu ngerti konsekuensinya...
Semoga posting kali ini membantu. Terus berdoa biar tetep sehat dan dijauhi penyakit. Amin ya allah...


0 comments:

Post a Comment

Ayo Ikutan Berkomentar Sekalian Meninggalkan Jejak