Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

Wednesday, 28 December 2011

Mari Kita Liat yang BB Gan! (Brambangnya Brebes)

279 comments

take photo dari dapur rumah nih, hehe
Brambang atau lebih dikenal dengan nama bawang merah merupakan sejenis tanaman yang biasa dijadikan sebagai bumbu dalam berbagai masakan. Kalau di Indonesia sendiri, biasa dipakai dalam masakan sehari-hari yang kita makan lho. Misalnya, nasi goreng, mi goreng, sauto, sambel goreng daging, sate kambing (sebagai penawar) dan masih banyak lagi. Di Jawa sendiri, brambang menjadi salah satu bumbu wajib dalam memasak. So pasti anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya brambang!
Lama tidak berjumpa lagi dengan anda di dunia blog, mungkin hampir 1 tahun saya rehat dari blog ini, miss you all my blogger friends! Dalam posting kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai perjalanan saya ke Brebes. Brebes merupakan daerah penghasil brambang dalam skala besar. Sebelumnya mungkin kita kupas tuntas dulu ya sejarah dan profil kota brebes ini, hayukkk!




Sejarah dan Profil kota
Nama brebes berasal dari dua kata utama yaitu “Bara” dan “Basah”. Bara adalah hamparan tanah yang luas dan basah berarti banyak mengandung air. Dalam pelafalannya, kata bara sering diucapkan “bere” sedangkan basah, “besah”. Agar mudah diucapkan, maka menjadi “brebes”. Dalam bahasa jawa perkataan brebes berati tansah metu banyune yang artinya selalu keluar airnya.




brambang sama penumpangnya banyakan mana ya?

Brebes, kabupaten brebes tepatnya adalah adalah kabupaten Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Brebes memiliki wilayah seluas 1.657,73 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 1.732.719 jiwa pada tahun 2010. Brebes merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Jawa Tengah. Sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah. Bagian barat daya merupakan dataran tinggi (dengan puncaknya Gunung Pojoktiga dan Gunung Kumbang), sedangkan bagian tenggara terdapat pegunungan yang merupakan bagian dari Gunung Slamet.
Di pinggir jalan ada sebanyak ini! *geleng-geleng
Sumber: Wikipedia, diakses pada 25/12/2011 pukul 16.00 WIB. 


 Lanjutt....
Yak! Brebes dikenal sebagai penghasil brambang di Jawa, bahkan Indonesia! Bagi anda yang belum pernah melewati atau mampir di brebes, pasti akan takjub dengan pemandangan-pemandangan yang tidak biasa didapatkan di daerah-daerah lainnya. Pemandangan tersebut adalah brambang yang ada dimana-mana! Pemandangan tersebut bisa anda jumpai ketika melewati jalan raya utama, di pinggir jalan, bahkan di setiap warung selalu ada brambang dalam jumlah banyak yang digantung. Mungkin bagi sebagian anda akan kaget dengan memandang berdetik-detik tanpa berkedip ketika melihat pemandangan ini (ini yang terjadi pada saya, hehe!).

Jadi, brambang merupakan trademark bagi brebes. Brebes menyumbang 75% kebutuhan brambang untuk Jawa Tengah dan 23% pasokan nasional *wow! Brambang biasa dipanen ketika mencapai 50 hari. Satu kilogramnya bisa mencapai 4.500 rupiah jika kita beli langsung dari petaninya. Langsung saja deh saya share foto-foto yang sempat saya take di jalan dan di salah satu juragan brambang. Please, jangan kaget lihat jumlahnya!
Ini yang siap dijual lhoo...sekitar 70kg

Ini nih gudang salah satu juragan brambang!




Ini para buruhnya
Lautaaannn brambang!
Ini tanamannya
Satu ladang, brambang semua!


Berat banget ya pak?
Ini brambang yang sudah dipanen, sedang dikeringkan
Para petani mencari nafkah


Gimana reaksinya liat lautan brambang? takjub? kaget? atau malah tersedak?haha!
Inilah Indonesia! Indonesia kaya akan hasil alamnya. Mari kita cintai dan dukung produk dari Indonesia. Apalagi di jaman sekarang ini, dimana-mana banyak barang impor yang masuk. Mungkin saja, brambang akan diimpor. Cintai produk negeri, maka anda mencintai negeri Indonesia!
Thanks for coming to my blog,


READ MORE - Mari Kita Liat yang BB Gan! (Brambangnya Brebes)

Sunday, 18 July 2010

Ayookkk Ke Guci !!!

59 comments
Alhamdulillah....akhirnya bisa ngeblog lagi...
Setelah sekian lama tidak ngeblog. Gatel juga rasanya...hohohoho...
Anyway,,,welcome again to my blog..

Hari minggu saat minggu kemarin tepatnya tanggal 11 Juli, saya beserta keluarga pergi ke Guci. Setelah beberapa tahun lamanya, akhirnya jumpa kembali dengan tempat wisata yang satu ini. Namanya Guci. Sepintas anda langsung berpikir benda dari keramik, yang dibuat kayak toples gitu kan? Ya jelasnya pasti anda berpikir seperti gambar di bawah ini :



           Benarkah?? Ahahaha ^^ Gambar di atas emang guci. Tepat 100%. Tetapi yang saya maksud adalah Tempat Wisata Guci. Yang terletak di lereng Gunung Slamet, Bumijawa. Bisa diakses dari kota tercinta saya, Tegal Laka laka, hohoho...Dari Tegal sendiri Guci memakan sekitar 40 km atau 1 jam perjalanan. Udaranya dingin sekali. Ketika itu saya sampai sana pukul 07.00 WIB, brrrr...dinginnya gak karuan! Lebih dingin dari AC 16 derajat celcius. Mungkin sekitar 10 - 15 derajat Celcius?? Who knows? Saran saya jangan lupa bawalah jaket,

          Pintu masuknya terdapat loket. Murah kok! Orang dewasa cuman 7rb sudah bisa menikmati pemandian air panasnya loh! Oia, saya sempat take photo nih disana. Sayang sekali cuman sedikit, abisnya camdig saya baterenya low,,,tapi tidak apa apa dah. Semoga lewat foto saya ini bisa menggambarkan Guci...Please Take a look.,,,

*Ini dia neh gerbang masuknya

*Jalan Menuju Gerbang

*Jalanannya bersih looohh


*Pemandangan yang cakeppp

*Jalanan yang sudah masuk ke tempat wisata

*Enak juga buat jalan kaki

          Di atas tadi sekilas tentang Guci. Guci terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Langsung loh dari gunung! Udaranya yang dingin ditambah mandi air hangat, waah..nikmat!! Di bawah ini aku kasih liat foto dari pasar Guci. Kalau pulang jangan lupa bawa oleh - oleh ya, bisa dibeli disini. Dan karena sumbernya semua dari gunung, harganya jauh lebih murah dari yang ada di kota.


*Ini dia pasar di Guci

*Nanas yang masih segar sekali.hmm...

*Macem - macem disini, banyak jenis sayuran. Murah - murah loh!

*Tuh kan! Macem-macem jenisnya.

*Yak! Dipilih - dipilih pisangnya

*Nah ini dia neh. Jajanan yang satu ini namanya Manisan pepaya. Dibuat dari buah pepaya yang muda. Rasanya gimana ya??? Hmm jangan bilang gak doyan sebelum dicoba! Salah satu oleh - oleh rekomendasi saya neh!

          Sayang banget, fotonya habis sampai disini. Sebenarnya saya mau mempoto tempat pemandian air panasnya, berhubung merupakan tempat pemandian bersama / umum, saya gak berani photo,,hehe. Bagi anda yang malas berada di tempat pemandian umum, dapat menikmati air panas di kolam renang Hotel di situ.  Untuk anda sebaiknya ingatlah waktu saat berendam air panas, karena bau belerang bisa mengakibatkan pusing - pusing, 30 menit saja sudah cukup. Bila terlanjur pusing, mandilah dengan air dingin. Terdapat villa juga bila anda ingin menginap.

Berkenankah anda mampir??? Jangan lupa kirim oleh - olehnya ke rumah saya ya...haha
Thanks for coming to my blog


READ MORE - Ayookkk Ke Guci !!!

Tuesday, 23 March 2010

Jalan - Jalan di Kota Tegal

40 comments
Sudah lama tidak posting...kangen banget euy,,,Selamat datang di Laka - laka blog...

Tanggal 23 ini akhirnya saya bisa meluncurkan rudal eh posting saya,hehe. Kuliah semester 4 sangat melelahkan. Di pikiran adanya tugas. Tugas tugas. Tugas?? Tugas! Tugas tugas!!!!! Wew...susah dah ngejelasinnya. Dosennya juga parah banget kalo ngasih tugas. Gak pada peduli sama mahasiswanya..yang penting mata kuliah dia ada tugas. Ya jadinya qitanya yang sebagai mahasiswa keteteran !

Posting kali ini bertemakan Jalan - jalan di Kota Tegal. Yuhuu...saya berasal dari kota ini. Bangga dah jadi orang tegal. Apa sih yang anda tahu tentan kota Tegal? Bingung? Kali ini saya akan memperkenalkan melalui sudut pandang kamera saya. Hmmm...berikut akan saya kasih lihat foto - foto yang saya ambil...Monggoh kerso dilihat (klik gambar untuk memperbesar)..:



*Kota Tegal depan Pacific Mall

*Ini dia balaikota Tegal !

*Masjid Agung Tegal

*Tugu Pancasila di sebelah timur Alun - alun

*Tivi Videotron sebelah Alun - alun

*Ini dia Stasiun Tegal. Kecil tetapi Vital.

*Teater Arena.


*Klenteng di Tegal

*Pintu Masuk PAI (Pantai Alam Indah Tegal)

*Monumen Tank Marinir di PAI

*Monumen Senjata Missile di PAI

*Monumen Senjata Untuk Menembak Pesawat

*Monumen Pesawat Terbang

*Anjungan di PAI

*Nice Shoot Anjungan

*Resto Seafood Terapung

Oia sekedar untuk info, monumen di atas itu asli loh ya. Untuk Resto seafood disayangkan sepertinya akan gulung tikar. Saya kecewa dengarnya neh. Kalah dalam persaingan dengan warung - warung seafood di daerah PAI. Dikarenanakan restoran terapung ini menyediakan menu yang harganya jauh lebih mahal. Sekitar 10000 lebih mahal. Sebenarnya wajar karena untuk pembayaran solar kapal dan mesin diesen untuk menyalakan AC. Semoga kedepannya tidak seperti ini lagi. Restoran terapung ini benar - benar inovatif sekali !

Gimana??? Mungkin kurang memuaskan hanya melihat Tegal dari jendela sebesar lensa kamera. Tapi semoga dengan ini kalian ada gambaran seperti apa sih kota Tegal. Main yah ke Tegal, hehe...Saya tunggu komentarnya...


READ MORE - Jalan - Jalan di Kota Tegal

Saturday, 27 February 2010

Journey to the east | Boyolali

10 comments
Heloo guys terimakasih sudah berkunjung ke Artikelpedia Laka laka Blog. Always Keep In Touch !

Journey to the east? pasti kalian biasanya dengar journey to the west,,,itu loh perjalanan tom sam cong sama sung go kong serta murid lainnya...hehe
Tapi ini saya berlainan arah. Lah kok bisa? ya bisa aja lah. Artinya kan perjalanan menuju timur. Jadi di sini saya dan ayah saya pergi ke rumah mbah (ibu dari ayah) di boyolali.


*Peta letak boyolali dan daerah sekitarnya














Kami berangkat dari rumah pukul 23.00 Wib. Berjalan menuju jalan raya di depan gang. Sudah malam hari sepi dan dingin ternyata tidak ada becak lewat. Waduh...terpaksa deh nunggu. Oia kita tidak pakai mobil, karena cuma berdua saja. Rasanya akan capek kalau pake mobil. Eits...sekitar 5 menit setelah menunggu, ada becak juga akhirnya hehe...


*Ayah saya yang mau naik becak

Kami menuju ke Bank BNI Tegal. Di depan Kantor tersebut biasanya banyak Bis lewat. Jadi kita bisa langsung dapet bis. Gak usah ke terminal selain jauh juga banyak calo. Bisa bisa ribut harga sama calo ! Yaah itu itu ayah saya juga mau sekalian ambil uang untuk sangu.

5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit ! Aarrggghh!!!!!!!!! Mana bisnya??? lagi lagi banyak yang ke jakarta. Waduh kita kan mu ke boyolali. Jadi cari yang jurusan ke Solo. Sudah ketemu dengan bis yang cocok. Tapi sisa kursi 1. Gak mungkin salah satu dari kita akan berdiri. Perjalanannya memakan waktu 6 jam loh!

Sembari menunggu saya mendapatkan suatu vision baru. Ada orang yang mencari uang dari men-stop-kan bis bis yang lewat untuk para penumpang. Kemudian orang tersebut meminta bayaran kepada kondektur bis. Wew..saya baru tahu. Ternyata ada juga cara cari uang seperti itu yah. Ya bayarannya mungkin sekitar 5 ato 10 rb, tergantung dari jumlah penumpang dan jenis Bis. Kalo dikategorikan ini termasuk Usaha Jasa ya.


*Di tempat itu biasanya orang mencari uang dengan men-stop-kan bis untuk penumpang.










Akhirnya kami dapat bis juga. Tapi setelah dilihat lihat ternyata bis ekonomi ! Wew...tapi gak apalah selain lebih murah, juga ini sudah kemalaman. OK lets go !
Jadi rute perjalanan kami seperti ini :
Tegal --> Terminal Tingkir Salatiga --> Karang Gede --> Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Klego.
Nah mbah kami tinggal di wilayah Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Klego. Sebenarnya dari Karang Gede sudah masuk wilayah Boyolali.

Sesampainya kita tidak langsung ke rumah mbah. Tetapi ke makam dulu. Dalam bahasa jawa istilahnya "nyekar". Kita ke kuburan bapak dari ayah saya. Ya sekitar 15 menit kita nyekar. Lalu jalan keluar kuburan melewati sawah dan kebun kebun untuk sampai di rumah mbah. Sekitar 10 menit jalan, kita pun sampai. Pada saat itu jam menunjukkan pukul 8 pagi.

*Keadaan di Desa

Di desa mbah saya ternyata sedang ada panen beras..sekarang kan sedang musim hujan. Jadi padi bisa tumbuh subur. Di rumahnya banyak sekali gabah yang sedang dijemur. Wew..jadi tambah kerasa di desa banget dah.

*Gabah yang dikeringkan

Setelah bertatap muka, berbincang bincang dengan mbah dan saudara. Ayah saya mengajak untuk mandi di Sendang. Sendang itu seperti kolam mandi. Namanya " Sendang Sokan " Di desa mbah saya, airnya biasanya digunakan untuk mandi dan mencuci. Saya, ayah saya serta Dek Wisnu (anak dari adik bapak) pergi ke sendang. Jaraknya sekitar 300-500 meter gitu. Sudah lama juga saya tidak mandi di Sendang. Terakhir kali itu ketika saya SD.

*Ini gambar Sendang tampak dari belakang


*Gambar Sendang Dari depan

Kedalaman Sendang sekitar 3 meter. Jadi kita tidak masuk ke dalam airnya. Melainkan mandi di samping sendang dengan membawa gayung. Wuiiihh airnya seger banget. Rasa lelah dan pegal karena perjalanan jadi hilang. Bagi kalian yang belum pernah mandi di sendang, ayolah mencoba dan rasakan bedanya.











Sejarah dari Sendang. 

-->
Jadi cerita ini dimulai dari salah satu 9 wali terkenal di Indonesia. Yaitu Sunan Drajad. Sunan Drajad lah yang dikatakan membuat sendang ini untuk menghidupi rakyat sekitar. Dari kebutuhan air minum, mandi, dll. Dahulunya di sendang itu ada pohon sokan. Jadi dinamakan Sendang Sokan. Tetapi sekarang Pohonnya sudah tidak ada. Yang ada sekarang Pohon jambu air yang sangat besar sekali. Dikatakan bahwa sunan Drajad menanamkan 2 tongkatnya di Sendang tersebut agar airnya bersih dan tidak habis - habis. Salah satu tongkatnya di tanamkan di bawah pohon jambu air tersebut. Sejak adanya sendang tersebut, masyarakat dari daerah lain banyak berdatangan untuk mengambil air disitu. Pernah juga Sultan Paku Buwono III berkunjung ke sendang tersebut untuk meminta airnya.
<--

Sekilas cerita tersebut tampak berlebihan. Namun saudara saya, Dek Wisnu bercerita bahwa airnya tidak pernah habis. Kalo mau habis harus disedot dengan kecepatan tinggi. Bila tidak cepat - cepat disedot, pasti akan terisi lagi. Wah itu sendang aneh juga ya? hehe. Mistis kalo orang jawa bilang.

Sekitar pukul 1 kita pulang ke tegal. Karena keesokan harinya ayah saya harus ke kantor. Wew...perjalanan yang melelahkan...Terimakasih sudah berkunjung di posting kali ini..
READ MORE - Journey to the east | Boyolali